Kamis, 05 Februari 2026
Kamis, 10 Juli 2025
Menyongsong MPLS 2025/2026, SMP Negeri 1 Tiris Gelar Latihan Upacara Bersama
Tiris - Semangat pagi yang cerah menyelimuti halaman SMP Negeri 1 Tiris pada Kamis (10/7/2025), ketika para siswa baru dengan penuh antusias mengikuti latihan upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan MPLS yang akan resmi dimulai pada 14 Juli mendatang.
Latihan upacara dipandu langsung oleh Plt Kepala SMP Negeri 1 Tiris, Bapak Tri Cahyono, S.Pd., yang memberikan arahan serta pembinaan kepada seluruh peserta. Beliau tidak sendiri, sejumlah guru turut hadir dan berperan aktif dalam membimbing siswa baru. Di antara mereka adalah Ibu Rizqiyatussyafaah, M.Pd., Ibu Yatinem, S.Pd., Ibu Endah Subiyantini, SE., M.Pd., Ibu Inayatul Karimah Ainun, S.Pd., Gr., serta Bapak Misbahul Munir yang memberikan sentuhan keceriaan agar latihan berlangsung lebih menyenangkan. Tak ketinggalan, Bapak Muhammad Zaki Ramadhani bertugas mengabadikan setiap momen kegiatan sebagai Sie Dokumentasi.
Sebanyak 96 siswa baru yang akan mengikuti MPLS tampak antusias dan bersemangat selama latihan. Mereka didampingi oleh para pengurus OSIS periode 2024/2025 yang turut aktif membantu dalam menertibkan barisan, memberikan contoh pelaksanaan upacara, dan memastikan setiap peserta memahami tugas dan tanggung jawabnya saat upacara nanti berlangsung.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 11.45 WIB ini berlangsung tertib, penuh semangat, namun tetap santai dan bersahabat. Para siswa baru tampak saling mendukung dan membangun kerja sama sejak awal, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam menjalani masa-masa awal mereka di SMP Negeri 1 Tiris.
Menjelang penutupan kegiatan, Ibu Inayatul Karimah Ainun, S.Pd., Gr., dan Ibu Rizqiyatussyafaah, M.Pd., memberikan pengarahan terakhir terkait hal-hal teknis yang perlu disiapkan menjelang pelaksanaan MPLS yang akan berlangsung mulai 14 Juli 2025. Para siswa diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, membawa perlengkapan yang diperlukan, dan mempersiapkan mental untuk mengikuti rangkaian kegiatan MPLS yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Melalui persiapan yang matang ini, SMP Negeri 1 Tiris menunjukkan komitmennya dalam menciptakan suasana belajar yang ramah, tertib, dan inspiratif bagi para siswa baru, sehingga mereka siap menjadi bagian dari keluarga besar sekolah yang terus berinovasi dan berprestasi.
Senin, 19 Mei 2025
PENGISIAN RAPOR SEMESTER 6
bapak/ibu guru yang akan input nilai dan data pendukung kelas 9, silahkan klik di SINI atau klik gambar di bawah ini !
Jumat, 21 Maret 2025
Info terkini PIP 2025
Tidak sedikit penerima bantuan PIP yang penasaran mengenai jadwal pencairan dana ke rekening mereka. Jika Anda termasuk salah satunya.
Berikut adalah informasi lengkap terkait jadwal pencairan, link pengecekan penerima, dan cara memastikan status bantuan Anda.
Apa Itu Program PIP?
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan pendidikan berupa dana tunai yang diberikan kepada siswa SD, SMP, hingga SMA. Program ini bertujuan untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Agar bisa menerima manfaat ini, siswa harus terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau diusulkan oleh Dinas Pendidikan setempat.
Jadwal Pencairan PIP 2025
Pencairan dana PIP 2025 dilakukan dalam tiga termin untuk memastikan prosesnya berjalan lancar dan merata. Berikut jadwal lengkap pencairan dana PIP 2025:
- Termin 1 (Februari-April 2025)
Dana akan disalurkan kepada siswa yang sudah terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). - Termin 2 (Mei-September 2025)
Pencairan dilakukan kepada siswa yang telah diusulkan oleh Dinas Pendidikan dan memperoleh Surat Keputusan (SK) nominasi. - Termin 3 (Oktober-Desember 2025)
Dana diberikan kepada siswa dari termin 1 dan 2 yang belum menerima bantuan pada jadwal sebelumnya.
Catatan: Untuk menghindari penundaan pencairan, pastikan rekening PIP siswa sudah aktif sebelum 31 Januari 2025. Jika rekening belum diaktifkan, dana bantuan dapat tertunda hingga termin berikutnya.
Cara Cek Penerima PIP 2025 Secara Online
Pemerintah telah menyediakan layanan pengecekan penerima PIP secara online melalui laman resmi. Langkah ini memudahkan siswa dan orang tua untuk mengetahui status penerima tanpa harus datang langsung ke kantor Dinas Pendidikan. Berikut langkah-langkahnya:
- Akses Situs Resmi
Kunjungi laman resmi PIP di https://pip.kemdikbud.go.id/home_v1/cek_nisn. - Masukkan Data Pribadi
- Ketik Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom yang tersedia.
- Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sesuai data resmi.
- Lengkapi kode keamanan (captcha) untuk memverifikasi akses.
- Cek Status Penerima
Klik tombol “Cek Penerima PIP” dan tunggu hasilnya. Status Anda akan muncul pada bagian Nominasi dan Pemberian.
Jika data Anda tidak ditemukan, segera hubungi pihak sekolah atau Dinas Pendidikan setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Jumlah Penerima PIP 2025
Program PIP 2025 ditargetkan menjangkau jutaan siswa di Indonesia dengan rincian berikut:
- Daya Terpasang 450 VA: 24,6 juta siswa penerima.
- Daya Terpasang 900 VA: 38 juta siswa penerima.
- Daya Terpasang 1.300 VA: 14,1 juta siswa penerima.
- Daya Terpasang 2.200 VA: 4,6 juta siswa penerima.
Manfaat PIP untuk Pendidikan
Program ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian kepada pendidikan. Dana PIP dapat digunakan untuk berbagai keperluan pendidikan, seperti membeli perlengkapan sekolah, membayar iuran, atau mendukung aktivitas belajar lainnya.
Kesimpulan
Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 adalah bentuk dukungan pemerintah bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan memahami jadwal pencairan, link pengecekan penerima, dan langkah-langkah mengecek status bantuan, Anda dapat memastikan bahwa dana PIP 2025 bisa segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Jangan lupa untuk segera mengaktifkan rekening sebelum tenggat waktu yang ditentukan agar pencairan dana tidak tertunda.
Apakah Anda sudah mengecek status penerima PIP 2025? Bagikan informasi ini kepada rekan dan keluarga Anda agar mereka juga dapat memanfaatkan bantuan pendidikan ini!
dikutip dari sumber :
https://fahum.umsu.ac.id/info/jadwal-dan-cara-cek-penerima-bantuan-pip-2025-kapan-cair-ke-rekening/
Sabtu, 01 Maret 2025
Puasa di hari pertama : Kok berat ya?
1. Perubahan Metabolisme Tubuh
A. Penyesuaian Gula Darah:
* Saat berpuasa, tubuh mengalami perubahan dalam penggunaan energi. Pada hari pertama, tubuh masih beradaptasi dengan perubahan ini. Penurunan kadar gula darah dapat menyebabkan rasa lemas, pusing, dan sulit berkonsentrasi.
* Contoh: Biasanya, tubuh mendapatkan energi dari glukosa yang diperoleh dari makanan. Saat puasa, tubuh harus beralih menggunakan cadangan glikogen di hati dan otot. Proses ini membutuhkan waktu adaptasi.
B. Perubahan Hormonal:
* Perubahan pola makan juga memengaruhi hormon-hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang, seperti ghrelin dan leptin. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan rasa lapar yang lebih intens di awal puasa.
* Contoh: Hormon ghrelin yang meningkatkan rasa lapar, menjadi lebih aktif di awal puasa, dikarenakan tubuh yang belum beradaptasi dengan perubahan jam makan.
2. Dehidrasi
A. Kehilangan Cairan:
* Selama berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama berjam-jam. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan rasa haus, pusing, dan kelelahan.
* Contoh: Terutama di iklim yang panas, kehilangan cairan melalui keringat dapat memperparah dehidrasi.
B. Adaptasi Ginjal:
* Ginjal membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan asupan cairan. Pada hari-hari pertama, ginjal mungkin belum optimal dalam menahan cairan tubuh.
3. Perubahan Pola Tidur
A. Kurang Tidur:
* Bangun lebih awal untuk sahur dapat menyebabkan kurang tidur. Kurang tidur dapat memperburuk rasa lelah dan lemas saat berpuasa.
* Contoh: Jika biasanya tidur 8 jam, saat puasa mungkin hanya tidur 5-6 jam.
B. Perubahan Ritme Sirkadian:
* Ritme sirkadian, atau jam biologis tubuh, juga terpengaruh oleh perubahan pola makan dan tidur. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan ini.
4. Faktor Psikologis
A. Kebiasaan dan Rutinitas:
* Perubahan rutinitas makan dan minum dapat memengaruhi kondisi psikologis. Rasa lapar dan haus yang dirasakan di awal puasa mungkin terasa lebih berat karena belum terbiasa.
* Contoh: Kebiasaan minum kopi di pagi hari harus di tahan, dan ini bisa menyebabkan sakit kepala pada beberapa orang.
B. Ekspektasi dan Antisipasi:
* Ekspektasi terhadap rasa lapar dan haus di hari pertama puasa dapat memperkuat perasaan tersebut.
Selasa, 25 Februari 2025
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: Membentuk Generasi Berkarakter
sumber : kemendikbud
Jakarta, 27 Desember 2024 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, sebuah inisiatif strategis untuk mewujudkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, yang merupakan bagian dari Asta Cita ke-4 dalam visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, di Jakarta, pada Jumat (27/12). Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif yang dapat membentuk karakter anak-anak Indonesia agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.
Peluncuran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. Gerakan ini berfokus pada tujuh kebiasaan utama yang diharapkan dapat diinternalisasi oleh anak-anak sejak dini, yaitu Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat.
Melalui implementasi kebiasaan-kebiasaan ini, Kemendikdasmen ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan wujud nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa. Dengan menanamkan delapan karakter utama bangsa—religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat—Kemendikdasmen percaya bahwa pembangunan SDM berkualitas harus dimulai dari penanaman nilai-nilai luhur pada anak-anak sejak dini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya tentang memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter. “Dengan menanamkan tujuh kebiasaan ini, kami berharap dapat membentuk anak-anak Indonesia menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual,” ujarnya.
Mendikdasmen menambahkan, bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut mencerminkan tradisi dan nilai-nilai utama bangsa Indonesia yang berakar kuat pada budaya dan agama. “Kami percaya bahwa kebiasaan seperti bangun pagi, beribadah, dan bermasyarakat bukan hanya membangun individu yang kuat, tetapi juga menciptakan generasi yang peduli dengan sesama dan lingkungannya,” terang Mendikdasmen.
Lebih lanjut, Menteri Mu’ti menjelaskan peran penting para pemangku kepentingan dalam mendukung gerakan ini. “Kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional Indonesia yang positif, seperti bermain bersama teman sebaya, mengurangi ketergantungan pada gawai, dan membangun kebiasaan bangun pagi untuk memulai hari dengan produktif. Ini adalah tanggung jawab kita bersama—keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Bahkan, kami mengundang tokoh-tokoh agama untuk berperan aktif dalam membimbing generasi muda kita.”
Program Pendukung: Senam dan Lagu Anak Indonesia Hebat
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kemendikdasmen juga memperkenalkan Senam Anak Indonesia Hebat dan Album Lagu Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Senam ini dirancang untuk meningkatkan kebugaran anak-anak, sementara lagu-lagu tersebut bertujuan mengedukasi sekaligus menginspirasi generasi muda melalui media yang kreatif dan menyenangkan.
Dalam acara peluncuran ini, Kemendikdasmen juga memberikan penghargaan kepada para pemenang program Kreasi Cipta Lagu Anak Nusantara (KELANA), sebuah kompetisi yang melibatkan lebih dari 1.936 peserta dari seluruh Indonesia. Program ini merupakan salah satu langkah konkret untuk mendukung kreativitas anak-anak Indonesia sekaligus mempromosikan nilai-nilai kebangsaan.
Kolaborasi Multi-Sektor untuk Kesuksesan Gerakan
Kesuksesan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat. Dukungan dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan perlindungan anak menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam laporannya menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam pelaksanaan program ini. “Kami menyadari bahwa membangun generasi emas Indonesia memerlukan dukungan dari semua pihak. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media adalah elemen penting dalam memastikan keberhasilan gerakan ini,” ujar Suharti.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global. Dengan nilai-nilai karakter yang kuat, generasi ini diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing di tahun 2045.
Kemendikdasmen mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan gerakan ini dan bersama-sama mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang erat, langkah ini akan menjadi pijakan penting menuju masa depan yang gemilang.
Pernyataan Pers baca di sini
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Laman: kemdikbud.go.id
X: x.com/Kemdikdasmen
Instagram: instagram.com/kemendikdasmen
Facebook: facebook.com/kemendikdasmen
YouTube: KEMDIKDASMEN
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 657/sipers/A6/XII/2024














